Menyelesaikan isi skripsi merupakan pencapaian besar, tetapi pekerjaan belum benar-benar selesai. Banyak mahasiswa baru menyadari bahwa proses merapikan format justru membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Margin yang berubah, nomor halaman yang tidak sesuai, hingga daftar isi yang berantakan sering menjadi kendala menjelang batas akhir pengumpulan.
Format yang rapi tidak hanya membuat skripsi terlihat lebih profesional, tetapi juga memudahkan dosen pembimbing maupun penguji saat membaca setiap bagian. Oleh karena itu, memahami dasar-dasar formatting menjadi langkah penting sebelum mencetak atau mengumpulkan skripsi.
Pahami Pedoman Penulisan dari Kampus
Setiap perguruan tinggi umumnya memiliki pedoman penulisan skripsi yang berbeda. Perbedaan tersebut bisa meliputi ukuran margin, jenis huruf, ukuran font, jarak antarbaris, hingga tata letak judul bab.
Sebelum mulai merapikan dokumen, pastikan Anda sudah memiliki buku pedoman atau template resmi dari kampus. Dengan mengikuti panduan tersebut sejak awal, Anda dapat mengurangi risiko revisi karena kesalahan format.
Atur Margin dengan Benar
Margin menjadi salah satu aspek yang paling sering diperiksa. Banyak kampus di Indonesia menggunakan ketentuan margin kiri 4 cm, atas 4 cm, kanan 3 cm, dan bawah 3 cm. Pengaturan ini bertujuan memberikan ruang yang cukup untuk proses penjilidan sekaligus menjaga tampilan dokumen tetap proporsional.
Pastikan seluruh halaman menggunakan pengaturan margin yang sama agar hasil akhir terlihat konsisten.
Gunakan Font dan Spasi yang Konsisten
Konsistensi adalah kunci dalam penyusunan dokumen akademik. Jangan sampai ada halaman yang menggunakan ukuran huruf berbeda atau jarak antarbaris yang tidak seragam.
Umumnya skripsi menggunakan font Times New Roman ukuran 12 dengan spasi 1,5 atau 2, tergantung ketentuan kampus. Selain itu, hindari penggunaan berbagai jenis font dalam satu dokumen kecuali memang diwajibkan.
Manfaatkan Heading agar Dokumen Lebih Terstruktur
Alih-alih mengatur judul bab secara manual, gunakan fitur Heading di Microsoft Word. Selain membuat tampilan lebih rapi, fitur ini memungkinkan Anda membuat daftar isi otomatis hanya dalam beberapa langkah.
Jika suatu saat ada perubahan nomor halaman atau penambahan subbab, daftar isi dapat diperbarui secara otomatis tanpa harus mengetiknya kembali satu per satu.
Perhatikan Penomoran Halaman
Skripsi biasanya menggunakan dua jenis penomoran halaman, yaitu angka Romawi untuk bagian awal seperti kata pengantar dan daftar isi, serta angka Arab untuk isi utama.
Pengaturan ini sering membingungkan karena membutuhkan pemisahan section pada dokumen. Pastikan setiap bagian sudah menggunakan format nomor halaman yang sesuai agar tidak perlu memperbaikinya berulang kali.
Rapikan Tabel, Gambar, dan Daftar Lampiran
Selain teks utama, tabel dan gambar juga perlu diperhatikan. Berikan nomor serta judul yang konsisten pada setiap tabel maupun gambar. Jika jumlahnya cukup banyak, sebaiknya tambahkan daftar tabel dan daftar gambar agar pembaca lebih mudah menemukan informasi yang dibutuhkan.
Lampiran juga sebaiknya disusun secara berurutan dan diberi penanda yang jelas sehingga dokumen terlihat lebih sistematis.
Lakukan Pemeriksaan Sebelum Dicetak
Sebelum mengirimkan skripsi kepada dosen atau mencetaknya, luangkan waktu untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Periksa kembali margin, penomoran halaman, daftar isi, ejaan, serta konsistensi format dari halaman pertama hingga terakhir.
Membaca ulang dokumen dalam tampilan Print Layout dapat membantu menemukan bagian yang masih bergeser atau belum sesuai dengan pedoman kampus.
Apabila Anda ingin menghemat waktu dan memastikan format skripsi sudah sesuai standar akademik, Bantu Ketik siap membantu proses pengetikan ulang maupun perapian dokumen secara profesional. Cukup kirim file atau draf Anda, dan tim Bantu Ketik akan mengerjakannya dengan teliti sehingga Anda bisa lebih fokus menyelesaikan proses bimbingan dan persiapan sidang.